Sabtu, 11 Mei 2013

Taman Buah Mekarsari



Liburan yang hanya sehari, karena tidak bisa memperpanjang dengan cuti di harpitnas Jumatnya, kami manfaatkan untuk jalan-jalan ke taman buah Mekarsari, yang tidak trlalu jauh dari rumah. Kebetulan juga sedang ada ayahku yang dating nengok anaknya di Jakarta ini.

Perjalanan ke Mekarsari Cileungsi dapat ditempuh melalui rute, dari rumah ke pintu tol JORR – Ampera selama 10 menit, dari Ampera sampai keluar tol Cibubur kurang dari 30 menit karena cukup lancar. Tapi dari keluar pintu tol memasuki jalan alternative Cibubur ini lain cerita, jalur yang memang terkenal padat ini ternyata masih padat juga di hari libur. Saya rasa factor utama memang karena banyaknya volume kendaraan akibat semakin banyak pula perumahan di sekeliling kawasan tersebut, tanpa ada alternative jalan lain. Di samping itu, begitu banyak putaran balik yang dijaga pak ogah juga turut memperparah kemacetan dan kesemrawutan. Mulai keluar tol sampai masuk taman buah Mekarsari harus kami tempuh hampir 1 jam.

Peta kawasan Taman Buah Mekarsari

Tiket masuk Mekarsari di hari biasa sebesar Rp 15.000/orang hari biasa dan Rp 20.000/orang hari libur, plus Rp 10.000 untuk parker roda 4. Ini untuk masuk ke area saja, sementara kalau mau keliling kebun buah harus naik kereta kelinci dan bayar lagi Rp 10.000/orang. Ya namanya ke kebun buah, pasti semua orang pingin keliling lihat2 kebuh buahnya kan…heheh.

Kereta kelinci dan Badut Buah
Naik kereta kelinci cukup mengasikkan, kita bisa santai sambil melihat pohon-pohon buah di perbunan tersebut sambil dipandu guide merangkap sopir. Jadi untuk menjadi sopir kereta kelinci ini gak sekedar harus bisa nyetir, tapi juga harus ngerti masalah pertanian, hapal nama-nama pohon plus bahasa latinnya, dan bisa berkomunikasi.

Di area Mediteranian Exotic kami bisa melihat pohon buah yang sebelumnya belum pernah melihat seperti Menteng, Sawo kecik, Dewandaru, dll. Di area melon kami juga melihat pohon melon tumbuh menggantung di dalam green house. Mas guide nya juga menjelaskan bahwa melona dalah tanaman semusim, artinya setelah berbuah, dipanen, langsung mati atau tidak dapat berproduksi lagi. Serupa dengan pohon semangka dan pisang. Saat itu sedang musim panen jeruk, tapi kami tidak ke kebun jeruk karena memang tidak membeli tiket untuk paket panen buah.

Pohon Dewandaru
Pohon Sawo Kecik
Setelah mengelilingi kebun, yang tidak sampai ke ujungnya (kecuali membeli tiket khusus paket panen buah) kereta kelinci menurunkan kami di area danau. Di sini kita bisa menikmati keindahan danau dan udara segar di bawah pohon rindang. Nampak ada panggung dan tenda di kebun kelapa di tepi danau yang ternyata memang disewa untuk acara group. Kami hanya berjalan melintasi jembatan gantung  bercat kuning menuju pulau kecil di tengah danau, yang nampaknya adalah pulau buatan.

Danau dan waterboom di seberang 
Dari danau kami kembali menaiki kereta kelinci yang sudah menanti untuk kembali area entrance. Sampai entrance kami sempatkan makan siang di kantin mekarsari karena memang sudah jam nya makan siang, kemudian kami mampir ke took buah. Buah yang dijual di sini lumayan bagus, segar, dan cukup murah. Saya membeli belimbing, jeruk bali, salak, timun suri, jambu merah dan sirup pala. Saat melewati fruit center tempat penjualan aneka bibit pohon buah, kami mampir sebentar untuk melihat-lihat. Ternyata ayahku yang memang hobi tanam-menanam tertarik untuk membeli pohon jambu ball untuk ditanam di pekarangan depan rumah di kampung. Dengan hanya Rp 25 ribu kami bisa membawa pulang bibit jambu bol dengan tinggi sekitar 1 meter itu.

Akhirnya kami pulang dengan menenteng belanjaan buah dan bibit jambu bol. Meskipun harus menempuh kemacetan Cibubur, kami merasa senang mendapat pengalaman baru di mekarsari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar